Budi Doremi Feat Edric Tjandra – Malala Radio 105.2 FM

Budi Doremi Feat Edric Tjandra

Cina atau TiongHoa?

Ling ling, tentu saja ini nama Tionghoa. Sedangkan tionghoa, sejak negri ini membuat keputusan untuk menyebutnya “tionghoa”, tentu terdapat maksud untuk membedakannya dengan china. Karena china adalah identitas bagi suatu negara.
Tionghoa berbeda dengan china. Sejak diumumkan sebagai sebuah negara, china melakukan suatu upaya perombakan kebudayaan. Di bawah pemerintahan Mao Tse Tung mereka memberlakukan revolusi budaya. Inilah yang kemudian membedakan tionghoa dengan china.
Nusantara sudah memiliki kedekatan dengan tionghoa sejak lebih dari seribu tahun silam. Ada nama-nama seperti I Tsing, Fa Hien, hingga Cheng Ho, yang membuat kedekatan ini menjadi legendaris karena catatan- catatan perjalanan yang mereka buat selama mendatangi nusantara. Selain itu, terdapat pula peninggalan-peninggalan yang bukan main banyaknya yang mengisyaratkan bahwa orang tionghoa sudah sangat karib dengan negeri ini.
Di Cirebon, selain kisah cinta antara Sunan Gunung Jati dengan putri Ong Tien, terdapat pula “paksi naga liman” sebagai tiga pilar yang membetuk identitas budaya. “Paksi naga liman” merupakan simbol yang mecerminkan timur tengah (paksi/burung), tionghoa (naga), dan hindustan (liman/gajah).
Di Sulawesi, ada Lagaligo, manuskrip terpanjang di dunia, yang menceritakan kisah cinta dengan seorang putri tionghoa bernama weicudai. Bahkan, sampek engtay, sebuah kisah cinta yang berasal dari daratan tionghoa juga akrab di pentaskan oleh tobong-tobong ketoprak di jawa. Singkat kata, sudah terlalu banyak tali yang menyatukan tionghoa dengan negeri ini.
Akan tetapi, nasib tionghoa berbeda dengan etnis-etnis lain di negeri ini. Sejak VOC melakukan pembantaian terhadap ribuan orang tionghoa di batavia, kerusuhan yang melibatkan orang-orang etnis tionghoa menjalar dan berulang berkali-kali di berbagai tempat. Bahkan, kerusuhan dengan tema “anti cina (tionghoa)” masih terjadi setelah negeri ini bernama indonesia.
Pasca reformasi, pemerintah mengedepankan istilah “tionghoa”, bukan lagi cina. Seharusnya, ini menjadi rangsangan yang harus kita respon untuk belajar dan belajar terus menerus. Kita gali dan pahami secara sungguh- sungguh jalan sejarah yang membentuk negeri ini. Di negeri ini ada tionghoa, arab, india, bule, dlsb. Dan, seiring dengan berjalannya waktu, istilah pribumi dan non-pribumi harus kita kaji terus-menerus konteks makna dan penggunaannya sebagai sebuah istilah.
Ingat dan renungkan kembali. Sekian banyak etnis ada di negeri ini. Dan, kesemuanya telah turut lebur memperjuangkan kemerdekaan indonesia.
Walhasil, “Ling ling Cinta yang Hilang”, bisa jadi hanya sekedar lagu. Tetapi, lagu itu, juga bisa bukan hanya menjadi sekedar lagu. Sebab, sejarah tidak hanya diisi oleh pertarungan demi pertarungan, melainkan juga oleh kisah demi kisah tentang cinta dan pengorbanan. Bertanyalah kepada waktu, karena hanya ia yang berhasil membuktikannya. Cuma waktu yang mampu menunjukkan betapa kuat cinta diceritakan, dan dilagukan.

Ling Ling Cinta Yang Hilang

Setelah lagu “Friendzone” yang jadi Ost. dari film “Catatan Akhir Kuliah”, sekarang dateng lagi yang baru dari Budi Doremi. Heiitt!! Kali ini dia gak sendiri. Karena budi anaknya suka banget tantangan dan suka banget mencoba hal yang baru, jadi Budi Doremi berkolaborasi dengan salah satu orang yang sama awesomenya dengan dia. Siapakah dia? Apa yang membuat orang ini mau kolaborasi dengan Budi? Apakah dia dipaksa? Ataukah dia memang ikhlas melakukanya?
Adalah Edric Tjandra namanya. Keturunan TiongHoa yang lahir pada tanggal 28 Februari 1985. Dia komedian, dia aktor, dia Host, dia MC, dia lelaki macho, dia suka ngasih orang uang, dia baik hati, dan dia suka dengan semua yang membuat dia bahagia. Satu lagi! Sekarang dia juga seorang penyanyi! Oh my God!! so talented!! Apa ada yang lebih baik dari Edric? Oh sudah pasti ada, dialah Budi Doremi. Makanya mereka bertemu dan membuat sebuah karya yang tidak diragukan lagi kekerenanya.
Sekitar hampir tiga tahun lamanya Edric dan Budi menyiapkan materi lagu yang cocok untuk dikolaborasikan. Mulai dari bertukar pikiran hingga bertukar kenangan masalalu tentang cinta yang pernah mereka alami. Pelan-pelan mereka lakukan hingga akhirnya ada sebuah ide yang menarik, yang datangnya dari pribadi seorang Edric. Edric bilang, “Bud, kenapa lo gak bikin lagu tentang kisah cinta orang TiongHoa?” Singkat cerita, lahirlah lagu dengan Judul “Ling Ling Cinta Yang Hilang” yang diciptakan oleh Budi Doremi sendiri dan doa dari Edric Tjandra. Lagu ini bercerita tentang sebuah pengorbanan seorang lelaki yang bernama Acay kepada kekasihnya yang kecewa bernama Ling Ling. Acay yang berselingkuh dari Ling Ling, harus membayar mahal untuk harga sebuah kepercayaan dari Ling Ling yang begitu mencintainya. Bagaimanakah kelanjutanya? Langsung aja dengerin lagunya.
Untuk Edric, ini adalah pengalaman baru. Karena dia harus terlibat dalam sebuah proses kreative yang sangat panjang. Tapi niat dan kesungguhanya boleh kita acungi jempol. Dilagu “Ling Ling” Edric membuktikan kemampuanya sebagai seorang yang baru dalam dunia musik. Well, Edric melakukanya dengan baik. Walaupun harus rekaman tengah malam dan menunggu berjam-jam untuk dapat giliran, kita bisa dengar hasilnya. Dan siapa yang menyangka kalau itu adalah dia.
Edric dan Budi doremi punya harapan, semoga kawan-kawan bisa menikmati ini semua. Dan percayalah bahwa setiap orang bisa bernyanyi. Silahkan menikmati apa yang sudah mereka perjuangkan dengan jiwa dan raga. Sebuah persembahan karya dengan tema musik yang unik yang selalu disajikan oleh Budi Doremi untuk Indonesia. (#BOS1052)

BOS1052

Music Director

Anda Juga Perlu Membaca

Malala Radio